Selasa, 01 Maret 2011

Cerita Sang Darah yang Tak Bersalah



Aku lahir di sumsum tulang yang putih dan lembut
Membelaiku yang memerah merona

Aku diantar menuju sesuatu yang berdenyut, berotot, dan di dalamnya ada empat sekat
Namanya bilik kiri, bilik kanan, serambi kiri, dan serambi kanan
Ramai sekali di sana, mendetakkan nama seorang yang belum ku kenal

Lalu aku dipompanya dengan kuat, melalui sesuatu yang elastis dan tak berujung, 
meresapi lubang-lubang yang disebut kapiler
Memasuki ruang-ruang sempit lain



Dan tibalah aku di sesuatu yang menyerupai akar-akar pohon yang semerawut
Bronkeolus, alveolus, semua sedang bekerja untuk sesuatu yang berhubungan dengan pernapasan
Semua hembusannya pun menghembuskan nama seorang laki-laki yang sama
Di sini aku dibersihkan, diikat dengan suatu yang disebut oksigen



Vena baik hati mengantarkan kembali aku ke tempat denganempat sekat tadi
Namun baru sebentar aku segera diantarkan lagi menuju selaput-selaput yang terjalin terstruktur
Katanya pekerjaannya untuk mengendalikan tubuh, oh iya, Otak nama nya
Lapisan-lapisannya menuliskan kode yang terbaca sebagai nama seorang laki-laki
                      Wah, siapa sih lelaki ini?



Belum cukup sampai sini, aku diajak menuju sesuatu yang berwarna kurang lebih sama denganku, namun agak kehitaman
Belakangan aku tahu, bahwa ini adalah tempat  penghancuran racun-racun 
Namanya Hati.
Hati terlihat lelah dan tersayat, oleh ASTAGA, nama yang sama!



Kembali menelusuri, aku tiba di ujung yang disebut nadi
Hey, aku terkejut setengah mati, merasakan penekanan yang luar biasa
Hentakan yang begitu hebatnya
Tanpa kusadari aku berjalan keluar meninggalkan kapiler-kapiler
Mengalir menuruni ruas yang berbuku-buku dan bergaris
Ternyata itu telapak tangan manusia
Pantas saja suhu nya berbeda, aku merasa kedinginan


Kucoba memandangi pemilik tangan ini, pemilikku
Dia seorang gadis, namun wajahnya pucat pasi
Bibirnya berkerut dan mengatup

Aku kaget!
Datang dengan tergopoh seorang pria bertubuh tegap
Memeluk dan merangkul Sang Gadis
Ketika tubuh gadis terangkat, aku terjatuh ke lantai
Dan dari sini kulihat jelas wajah keduanya

Gadis ini berbisik, nama yang akrab buat ku
Nama yang kudengar di Jantung, Paru-paru, Otak, dan Hati

Ternyata dia lelaki itu..
Yang membuat gadis ini mengeluarkan aku dari dalam tubuhnya,
Yang membuat kami berdua, aku dan Sang Gadis mati membeku bersama...


Aku, Sang Darah yang tak bersalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar