Bahkan menjadikan nama ku sebagai bagian dari satu dan lain peribahasa dan perumpamaan....
Mereka bilang: "Bagai AIR di daun talas"
Artinya tidak punya pendirian.
Memangnya apa salahku?
Aku tidak plin plan!
Faktanya daun itu memiliki lapisan lilin di permukaannya yang membuat aku selalu terpeleset,
Malah aku senang bergoyang di atasnya, menari ku dibuatnya...
Ah, kalian ini, Manusia!
Mereka bilang: "AIR beriak tanda tak dalam"
Artinya orang bodoh banyak bicara.
Memangnya apa salahku?
Aku senang berbicara dan aku tidak bodoh!
Faktanya jeram-jeram dasar sungai membuatku melompat dan berselancar,
Malah aku senang bergejolak karenanya, berlatih menapaki bentuk-bentuk kenampakan alam...
Ah, kalian ini, Manusia!
Mereka bilang: "Seperti menuang AIR secawan ke lautan"
Artinya melakukan pekerjaan yang sia-sia.
Memangnya apa salahku?
Aku selalu berguna bagi siapa pun!
Faktanya saja yang hanya secawan tetap menambah debit air di lautan,
Malah aku senang dapat berkumpul dengan banyak kawanku di sana...
Ah, kalian ini, Manusia!
Mereka bilang: "AIR jernih ikannya jinak"
Artinya suatu daerah yang makmur,subur dan aman pastilah warganya hidup damai.
Memangnya apa yang mereka tahu?
Para ikan tidak sejinak yang kalian tahu!
Faktanya semua ikan selalu memangsaku,
Malah melempariku dengan kotoran mereka, dimana sisi subur dan hidup damai nya?...
Ah, kalian ini, Manusia!
Dan masih banyak lagi omong kosong mereka!
Tapi ada satu lagi yang perlu mereka tahu,
tentang sesuatu yang kerap mereka katakan:
Dan masih banyak lagi omong kosong mereka!
Tapi ada satu lagi yang perlu mereka tahu,
tentang sesuatu yang kerap mereka katakan:
Mereka bilang: "Biarkan mengalir seperti AIR"
Artinya biarkan semua berjalan apa adanya.
Memangnya apa yang mereka tahu?
Aku tidak sepasrah itu!
Faktanya aku tetap berpikir,
Malah cenderung khawatir..
Tentang kemana arah yang akan ku tuju; sungai, danau, atau kah samudera?
Tentang kapan aku akan menjadi titik uap untuk kembali menjadi awan; sekarang, esok, atau kah tak akan?
Tentang bagaimana medan yang akan ku lalui; parit sempit kotor, jeram terjal, atau sungai jernih pegunungan?
Tentang siapa saja yang akan ku jumpai; dedaunan kering, limbah rumah tangga, atau kah biota air yang hidup?
Tentang dimana tempatku jatuh ketika aku dihempaskan sebagai hujan; jalan berlumpur, tebing kapur, atau pohon waru yang teduh?
Hey!
Rupa-rupa wajah dan karakterku direka-reka oleh mereka
Harkatku dianalogikan sebagai Sang Dasa Muka
MEREKA TAHU APA???
Ah, sungguhpun kalian ini, Manusia...!!!












