Rabu, 16 Februari 2011

Kepada Rizky Lazuardy (09 Jul 1983 - 10 Des 2005)

Pohon natal telah kembali menyala
Senandung natal telah kembali menggema
Namun kamu dimana?
Bukankah tahun-tahun lalu kau selalu ada
Memilih baju, sepatu, asesori untuk ku pakai
Kadang berargumentasi karna beda pendapat
Tapi sebenarnya sekarang kau dimana?
Mengapa diam saja? Mati rasa?
Maaf, aku lupa.
Kau memang telah tiada
Pergi cepat menghadap Yang Kuasa
Andai kau ada nyata
Tak cuma kenangan yang hidup di jiwa

Tapi nyata di depan mata!!

06 Desember 2006
KARTIKA AYU ANDINI

-- saat terlalu sesak menahan rindu pada Mas Chichi.. DI NATAL kedua tanpa kehadirannya..
Rizky Lazuardi juga nama lain yang selalu besanding dengan nama Wiyono Haryono. Beliau diminta kembali oleh Bapa pada usianya yang ke 22 tahun..

Rizky Lazuardy lahir di Jakarta, 09 Juli 1983.
Menemaniku setiap hari.
Paling dekat, karena dia kakak yang tepat di atasku.
Mengajariku tentang dunia.
Tentang bagaimana menghadapi Mama jika marah, minta maaf kepada Papa yang kesal, mencari pria, hingga mengenalkanku pada rasa Label Merah.
waktu dia memberiku seteguk Jack @Daniel's dia bilang "Nih, chu, biar loe gak norak-norak amat!"
Atau saat dia memberi tahu "nih, gw kasih tau, ini boti, ini putaw, ini ganja, klo liat yang kaya gini ni, jangan mau kalo dikasih orang, kasih ke gw aja, hehe.."
mas chichi anak kesayangan mama. Bahkan ketika papa hampir jantungan karena di suatu malam anak laki-lakinya pulang dengan rambut sepirang Christina Aguilera, mama lah yang mengantarnya ke salon untuk mengitamkannya.
Bahkan ketika ia tertangkap basah sedang sakau di kamarnya yang gelap dan berisik oleh lagu Marlyn Manson "I don't like the drugs, but the drugs like me... I don't like the drugs, but the drugs like me.." mama lah yang menghantarnya ke RSKO.
Bahkan juga mama lah yang hampir menamparku saat kami berkelahi dan aku menendang kemaluan mas chichi hingga dia pingsan.
Tapi papa sangat sabar. Menyadarkan bahwa kami saudara.
Mas Chichi ku tidak sempat kuliah. Dia ingin bekerja, bantu papa buat bayar SPP ku, katanya.
Aku ingat saat SMA dia datang ke sekolahku dan mencari teman sekelas pria ku yang menggangguku.
Dia "Body Guard" keluargaku.
Bila pacarku kala itu datang di malam minggu, dia selalu bilang: "gw seneng tuh sama si kentung, dia suka ngasih gw rokok, gak pelit klo gw mau pinjem motor, hehe.."
Kata orang senyum dan mata nya sangat mirip aku.
Mas Chichiku yang temperamental tapi sentimental..
Aku ingat dia menangis menggerung-gerung di pelukanku saat diputus oleh pacarnya. Dia mengadu padaku bagai anak kecil yang direbut permennya "gw sayang banget, chu, sama dia, tapi dianya tuh gak ngerti-ngerti"
Dia selalu sangat menjaga apa yang dia sayang.
Bahkan ketika papa kami dipanggil Sang Khalik, ia sempat bercerita pada pacarnya: "chi sekarang harus bisa jaga mama, apa lagi ayu. Chi ga mau dia putus sekolah. Ayu pinter, rangking terus ga kaya chi. Chi mau sekolahin dia sampe dia jadi orang"
Setengah mati dia cari kerja, untuk aku. Untuk mama.
Kala itu dia buat pengakuan pada ku: "chi sekarang udah bukan junky, chi udah bersih, loe percaya kan, dek, sama gw?"
Padahal panggilan "dek" hanya ia pakai jika ia ingin minta tolong memasakkan mie instant atau membelikannya rokok.
Ia memang sudah drugs free.
Tp badannya sudah rusak.
Mas chichiku sempat sakit kuning. Mata, tangan, kuku, semuanya kuning.
Di penghujung nya, ia komplikasi. Hati, paru-paru, ginjal, semua rusak.
Tiga bulan lamanya mama mengurusnya di rumah sakit. sampai aku tak terurus. Aku sempat iri dan hampir benci sama mas chichi karna itu.
Mas chichi dinyatakan layak rawat jalan, dan harus suntik 60 kali. Satu kali sehari.
Di hari ketiga dia di rumah dia telepon aku yang kala iti di sekolah :" chu, gw pengen pizza. Beliin ya, chu, please.."
Aku tak mau. Aku masih kesal.
Tapi setelahnya aku menyesal, pizza adalah permintaan terakhirnya padaku.
Di minggu pertama di bulan Desember itu dia pergi. Selamanya..

Dan aku, akan selalu merasa dia ada untuk menjagaku, menyemangatiku untuk kuliah..

RIZKY LAZUARDI, TIDAK GAGAL MENJADI FIGUR KAKAK YANG IDEAL, TIDAK GAGAL SAMA SEKALI..
BAHKAN DIKEGAGALANNYA MELAWAN NARKOBA, IA BANGKIT DAN TUNJUKKAN PADA DUNIA, BAHWA IA MENINGGAL TIDAK SEBAGAI JUNKY!!!!!

AKU SAYANG KAMU, MAS..
MAS CHICHIKU YANG SOK JAGOAN TAPI CENGENG..
MAS CHICHIKU YANG SERING MABUK TAPI LEBIH RAJIN MENYAPU DARI PADA AKU..
MAS CHICHIKU YANG BERHASIL DRUGSFREE..
TAPI, MAU BAGAIMANA LAGI, HIS SOUL IS ALSO FREE NOW, HUH??

Yang tenang ya, mas, di sana..
Salam untuk papa..
I LOVE YOU BOTH!

Untuk RIZKY LAZUARDI.. (09  JULY 1983- 10 DESEMBER 2005)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar