poni menyamping, dagu meruncing
telinga beranting-anting,
Tubuh tinggi langsing,
Melangkah, membuat semua tak begeming
Terkesan lugu layaknya gadis dusun
Seakan teduh seperti pohon rimbun
Namun
bibirnya basah akan racun
membuat yang diciumnya mati tanpa ampun
duduk manis berpangku tangan
namun ketika tangan direntangkan
Pelukannya memabukkan
Membuat kehilangan kesadaran
Setelah mendapat yang diinginkan
Ia pergi meninggalkan
Si korban dicampakkan
Di selokan
Suatu saat di hari milik si Perempuan
terbang kesana kemari bergentayangan
tersangkut di sebuah pangkuan
Laki-laki yang juga setan
Perempuan keenakan
Merasakan kenikmatan
Ia lupa kemudian
Bahwa harusnya ia yang jadi subjek pementasan
Perempuan dihancurkan
Dipasung dan dirantaikan
Dipukuli hingga pingsan
Diangkut terbang di ketinggian
Dihempas jatuh terjerembab di kedalaman
Kasihan
Hanya terbaring tak berdaya sendirian
Dengan luka di sekujur badan
Dengan darah bercucuran
Di tempat yang sama dimana ia sering meninggalkan sampah perasaan
Di comberan....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar