Kamis, 17 Februari 2011

Perempuan Keji cap Comberan




Gigi bertaring, mata mengerling
poni menyamping, dagu meruncing
telinga beranting-anting,
Tubuh tinggi langsing,
Melangkah, membuat semua tak begeming

Terkesan lugu layaknya gadis dusun
Seakan teduh seperti pohon rimbun
Namun
bibirnya basah akan racun
membuat yang diciumnya mati tanpa ampun

duduk manis berpangku tangan
namun ketika tangan direntangkan
Pelukannya memabukkan
Membuat kehilangan kesadaran

Setelah mendapat yang diinginkan
Ia pergi meninggalkan
Si korban dicampakkan
Di selokan

Suatu saat di hari milik si Perempuan
terbang kesana kemari bergentayangan
tersangkut di sebuah pangkuan
Laki-laki yang juga setan
Perempuan keenakan
Merasakan kenikmatan
Ia lupa kemudian
Bahwa harusnya ia yang jadi subjek pementasan

Perempuan dihancurkan
Dipasung dan dirantaikan
Dipukuli hingga pingsan
Diangkut terbang di ketinggian
Dihempas jatuh terjerembab di kedalaman

Kasihan
Hanya terbaring tak berdaya sendirian
Dengan luka di sekujur badan
Dengan darah bercucuran

Di tempat yang sama dimana ia sering meninggalkan sampah perasaan
Di comberan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar