Di kota yang selama ini ku rindukan
Kota kelahiran ayahku
Kota peristirahatan terakhirnya juga
***Kaki ku gemetar
Menapaki, menelusuri tanah yang di atasnya banyak ditancapkan batu batu bertuliskan nama dan tanggal tertentu
Aku mencari sebuah batu marmer abu-abu yang bercampur dengan beling hijau
yang bertuliskan nama dengan cat minyak biasa berwarna hijau pula
Aku terus mencari ke bagian sebelah kanan
Pohon kamboja banyak tumbuh dan menjatuhkan bunganya ke atas kepalaku
***Datang lelaki tua yang menanyakan,
" Goleki sinten, mbak?"
Lalu aku menyebutkan nama yang ku cari
Lelaki itu bertanya lagi
"Mbake anaknya? Dari Jakarta?"
Aku mengangguk
Dengan bantuan bapak itu aku pun menemukan yang ku cari
Batu marmer itu sudah agak tertutup oleh tanah yang mengering terbawa angin
bertuliskan:
" WIYONO
WAFAT 28 - 6 - 2003"
***
Terduduk haru aku menatapnama itu
nama yang ku kenal dan melekat di nama belakangku
BABEH.......
Betapa aku terlalu rindu untuk mengunjungi sarean mu ini..
Betapa terlalu banyak cerita hidupku kala ini yang tertahan di bbir ku untuk tertumpah semua di hadapan pusara mu..
Betapa terlalu kuat rasa ku untuk memelukmu...
BABEH...
di kota tempat biasa kita berjalan kaki ke mana saja
di kota tempat biasa kita mengambil buah liar di sawah
di kota tempat biasa kita bergandengan tangan menyusuri jempatan rapuh di sungai
Kini aku menyerukan nama mu di dalam hati ku
Menjerit pilu hingga sesak di dada ku
Ku jumpai nama mu tertoreh dengan kaku
Aku malu
Karna sudah hampir dua tahun lalu
Semenjak aku datang ke tempat ini untuk mu
KEMANA SAJA AKU SELAMA INI????!!!!!!!!!!!!!!!
Dulu kau tak pernah meluputkan pandangan mu dari ku
Namun sekarang, bagaimana dengan aku?
Aku menyesal, tak sering datang dan berdoa di rumah terakhirmu..
***
BABEH....
Dulu jiwa raga dan harta mu tercurah penuh untuk ku..
Namun apa yang bisa ku berikan kini selain bunga-bunga yang ku beli di pasar???
Bersama dengan terucapnya tiap keluh kesah pada mu, ku taburkan bunga-bunga yanng seharum nama mu..
Ku kumpulkan bunga kamboja putih yang seputih hatimu
Ku susun rapi di depan batu yang bertulis nama mu
BABEH...
Ini aku datang
Aku, anak perempuan mu yang cuma satu
Aku, anak perempuan mu yang kelahiran nya kau tunggu..
Aku, anak perempuan mu yang sering mengecewakan mu..
Ku sentuh dan ku belai lembut batu itu, ku bayangkan saat ku lakukan hal itu di kepalamu, saat pertama kali ku tahu tubuhmu telah kaku
Ku bersihkan tanah-tanah kering di batu itu, ku bayangkan saat ku bersihkan wajahmu saat pertama kali ku tahu kau meninggalkan ku
BABEH...
Aku pergi dulu
Mengejar cita-cita dan mimpi ku
Untuk banggakan mu
Bahagiakan mu
untuk mu...
BABEH...
Jangan sedih dulu
Aku pasti akan mengunjungimu
Mendoakanmu
dan datang duduk lagi di sisi batu itu
untuk mu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar